Sabtu, 17 April 2010

Penghargaan

Apa seh penghargaan itu ? penghargaan bisa dikatakan sebagai suatu hal yang kita berikan kepada seseorang yang telah membantu kita, penghargaan bisa juga disebut dengan sesuatu hal yang disampaikan untuk menghargai perbuatan seseorang, entah itu dalam kesuksesan, dalam perlombaan atau dalam tingkah pola kehidupan.
Wujud penghargaan itu sendiri bisa berupa piagam, piala, tropi atau hanya sekedar ucapan selamat. penghargaan diberikan dengan tujuan dapat memotivasi seseorang untuk menjadi lebih baik lagi.


Ini lah ceritaku mengenai penghargaan.

aku...hobi ku adalah ngotak-ngatik komputer entah itu softwere ataupun hadrware. tapi lebih suka di softwere seh :) apa humungannya dengan penghargaan mas... eheee
Pernahkah kalian mengalami hal sebagai berikut :
  1. Ada komputer temen rusak, diminta tolong untuk membetulkannya. setelah seharian ngotak-ngatiik tuh komputer akhirnya bener juga. tapi apa yang didapat, jangankan penghargaan berupa materi, ucapan trimakasih pun tak keluar dari mulutnya (sabarr...)
  2. Pernahkah kalian diminta untuk mengerjakan tugas kuliah punya teman kalian, semoga ja gag pernah. Waktu itu ada teman minta tolong ketikkan dunk makalah ini, besok harus sudah jadi untuk presentasi. huuuhhh ngedadak !!! okeh tak kerjain. makalah yang kurang lebih 50 halaman itu rampung diketik seharian plus begadang ditemani kopi pula. Esoknya, neh makalahnya dah beres... "yahhhh kok kaya gini jadinya, ini salah.... kenapa setingannya begini" (dalah hati, mas itu di draf ketikannya emang seperti itu, bahasa, titik koma dan lain sebagainya ya seperti itu, saya disuruh ngetik bukan ngedit.) Menyebalkan banget.... Uhkhhh.....
  3. Yang ini gag ada kaitannya dengan komputer. pernah kenal dengan seorang cewe cantikkk banget (bukan pacar, tapi ngarep jadi pacar.red) A jemput dunk mau kekampus neh, Siap neng. A besok nonton yuk ada film baru. Okeh neng. A ada konser nidji Nonton yuk, Hayuk... A laper pengen makan, mau makan dimana? (pokoknya demi cinta aku rela ngelakuin segala-galanya) hufff perjuangnku rasanya udah cukup, neng mau gag jadi pacar A. Aduh a kita temenan ajah yaaa? Huffffff Gag ada sedikitpun penghargaan (harusnya dihargai sedikit ajah, satu minggu jadian kek or gimana buat hati ini seneng)
  4. setelah itu akupun menemukan cinta yang sebenarnya. yang awalnya aku mengira dialah calon pendamping hidupku, yang mengerti akan pengorbanan dan tau akan penghargaan. hmmmm pcrn pun dijalani, lama loh pe hitungan tahun. suka duka pun dijalani, putusnyambung gara-gara selingkuh pun terlewati. Sampain menemukan titik kejenuhan dan tidak lagio dapat melanjutkan. akhirnya perjuangan ku yang sudah teralanjur, jadi terasa sia-sia, padahal harapanku sudah terlalu besar untuk dirinya. "Trimakasih udah mau menjalani sebagian hidup dengan aku" itulah apresiasi penghargaan dari dia hmmmmm Sabar.....
  5. kembali lagi kekomputer, ini masih anget... kemaren ada temen yang akunt facebokknya dibajak ma orang lain, A Facebook ku gag bisa dibuka neh gimana? "tar yaaa agi banyak kerjaan". Iya a dia jawab seperti itu (lewat sms neh). Beberapa menit kemudia, A gimana... Iya bentar..... merasa terganggu, akhirnya tak betulin akun facebooknya, pasword pun tak reset dengan yang baru (kerjaan ku sendiri terbengkalai) neh pastwordnya "udahdirubaheuyeheee" dia bales mana paswordnya, emailnya apa. tak bales ya tadi paswordnya. Sms seperti itu gerkali-kali dikirim dia gag ngudeng juga pe pulsaku mau habis. gimana kebuka tidak !! iya a.... (itu sms terakhir dari dia) huhhhh gag lagi-lagi deh...
Pengalaman adalah guru yang terbaik, belajar dari pengalaman. kira-kira klo mereka-mereka diatas minta bantuan lagi gimana ya???? (silahkan koment.red)

Cerita diatas adalah pengalam buruk ku tentang penghargaan, berikut ada lah cerita lain dari penghargaan :

  1. Dimulai dari SD, ini lah penghargaan pertamaku yang sampai sekarang masih ter ingat selalu. Semenjak kelas TK sampai Kelas 6 SD aku selalu mendapatkan peringkat 5 besar, Tai ayak selalu bilang ini mah cuma formalistas, cuma tulisan peringkat 3 dirapot. Pujian yang diharapkan dari seorang anak kecil polos pun tidak ter ucap :( apalagi klo minta dibelikan sepeda baru eheeee...udah taukan pasti gag bakal diberi. saat kelas 6 sd ada olimpiade mata pelajaran, aku mewakili mata pelajaran IPA dan Juara 1 Tingkat kecamatan, sedangkan untuk kabupaten aku masih belum beruntung. Sebuah piala dan ucapan selamat pun datang dari teman-temnku semua... senangnya hatiku waktu itu. dirumah..ayah ku biasa aja tuh...gag ada yang istimewa. tapi itulah ayahku, dibelakang sikap diamnya, dia pasti bangga akan anaknya ini. begitulah cara dia mendidik aku, sehingga aku yang anak sematawayang ini tidak manja.
  2. Naik masa-masa remaja yaitu di SMA, jadi pemain band lumayan ada sedikit penghargaan yang pernah diraih dari beberapa ajang festival band. yang paling berkesan. pada saat perpisahan/pawidea 2004/2005. waktu itu aku jadi anggota OSIS ilegal (gag pernah diangkat, tapi kemampuanku tak bisa diragukan.red) jadilah aku seksi Dekorasi. Dengan bantuan kawan-kawan satu perjuangan dan senasib jadi OSIS ilegal kami berhasil mendesain panggung yang indah dilihat mata (siapa lagi yang muji klo gag kami sendiri) hmmm. kepala sekolah pun naik keatas panggung untuk menyampaikan sambutannya (kepala sekolah waktu itu adalah Hj.Sulastri D. J, M.Pd) Masih ingat dengan kata-katanya. "desain panggung yang sangat indah, di kelilingi pagar putih bersih menambah suasana megah panggung ini, gambar orang naik perahu kecil mancing dan di bakroundkan gambar matahari menandakan orang yang siap untuk menghadapi hal-hal baru kedepannya. tapi kok kenapa mancing, harusnya jangan mancing. (penonton sedikit tersenyum) selamat, lanjutkan kreasimu anakku." Bangga itulah yang aku rasakan, desain sederhana itu dipuji habis-habisan, menambah motivasiku untuk lebih belajar lagi mengenai desain. (betapa pentingnya penghargaan nuntuk menumbuhkan motivasi)
  3. Sekarang aku bukan lagi anak sma, bukan juga anak kuliahan, sekarang aku sudah dihadapkan dengan dunia kerja. dipercaya untuk meng handel perpustakaan, dari manual ke komputerisasi. 1 Semester terlewati, komputerisasipun beres. penghargaan apa yang aku dapat, bukan...bukan materi. tapi para siswa, aku jadi lebih dekat dengan para siswa, karena siswa senang berkunjung keperpustakaan karena sistem yang baru dan suasana yang labih nyaman dibandingkan dengan sebelumnya.
  4. Komputerisasi perpus beres, akupun dipercaya untuk memegang ruang multimedia. baru juga satu semester masuk kerja. sudah dipercaya menghandel barang-barang mahal, camera digital pun diberikan sebagai pentaris, 18 set komputer, scaner, laptop, infokus dan fasilitas lainnya pun ternikmati, sampai penggunaan koneksi internet :). tanggung jawab ku semakin berat. apa aku mampu??? baru 1 semester aku sudah diberikan fasilitas seperti ini. hufffff penghargaan yang sangat susah didapatkan, yaitu kepercayaan....
  5. Dari hobiku ngedesain, yang pada awalnya hanya ucapan trimakasih yang aku dapat, kini sudah berubah. Desainku mulai dahargai olah orang, Dari mulai Video desain, desain grafis, stiker, pin/bros, menjadi lahan tambahan buatku. begitu juga dengan komputer rusak. yang paling membuatku bingung atau seneng ya.... aku dipercaya mendesain sesuatu (tak usah disebutkan) aku diberi Imbalan yang sungguh diluar dugaan, ini lah kali pertama ku merasakan bahwa ide itu mahal, desain itu mahal dan kreativitas itu mahal. Pernah dengar berapa biaya membuat Iklan di TV, itu lebih dari 100 Jt (tergantung iklannya red.) pernah liat baliho??? desainya itu Jutaan. pernah liat undangan untuk pernikahan? desainnya itu 500 perak per undangan. dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya.
itulah sepintas mengenai penghargaan, teruslah berkreasi, suatu saat nanti pasti akan ada yang menghargai jerih payah mu. ingatlah semua kerja keras pasti ada imbalannya, klau pun tidak ada, bersabarlah dan teruslah bekerja keras...... suatu hari nanti...... pasti akan datang waktunya. Semu kesenangan tidak akan datang tanpa bekerja keras, akan ada orang yang iri akan keberhasilan kita, hadapi dengan lapang dada.

SELAMAT BERJUANG KAWAN, SELALU MINTA RIDHO KEDUA ORANGTUA

TRIMAKASIH IBU.....LOVE U MOM

Senin, 22 Maret 2010

ultah ku yang ke 17th

Eheeemm.... mecoba mengingat kembali hari waktu itu....
tepat jam 24:00 kuterbangun, mengecek hp bututku nokia 3330 yang aku beli dengan uang jajanku sendiri. sibutut ini menjadi hp perdanaku, entah sekarang gimana keadaanya ya???...
kubuka inbox, adakah pesan masuk yang mengucapkan selamat ulang tahun.... tak ada sama sekali... akupun kembali melanjutkan mimpi-mimpi yang tertunda.

ayampun berkokok mendakan hari sudah dimulai, dan memaksaku bangun dari tidur tanpa dipan disebuah kamar ukuran 3x4 m disebuah rumah kostan, untuk secepatnya melupakan mimpi-mimpiku dan untuk segera manghadapi hidup yang penuh dengan tantangan bagiku. mandi..sarapan dan sekitar jam 06:00 hari jumat aku sudah cabut dari kostan menuju sekolah ku tercinta SMA Negeri 1 Indramayu, dengan harapan sesampainya disana akan ada sesuatu yang mengejutkan dihari ulang tahunku. setibanya disekolah....harapan tinggal harapan. tak ada satupun teman yang ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 17. sedih...sakit juga... teman deketku ga inget, mantan pacar pertama ku pun sama. hmmmm....hari ulang tahun ku yang ke 17 ternyata sama saja dengan hari-hari biasa aku sekolah. duduk tenang mendengarkan guru berkicau menjelaskan materi yang disampaikan, sesekali mengacungkan tangan untuk sesuatu yang aku kurang mengerti dan sesekali maju kedepan untuk menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru. jam istirahatpun hampir tidak ada bedanya. istirahat pertama nongkrong dikantin baso mang eko, biasa mas "baso kering gag pake kuah" baso meurut aku terenak yang ada dikota indramayu waktu itu. sesekali membantu mas eko jualan basonya... gag percaya tanyakan aja ke mas eko. di kantinya mas eko aku bertemu dengan mantanku yang ternya tak ingat dengan ulang tahunku. owww...ditambah dia cuek...uhhhh menyebalkan banget. istirahatkedua nongkrong diwarung pojok. pesen nasi lengkoh dan esteh anget kesukaan ku waktu itu. setelah jam belajar usai, aku langsung beranjak dari sekolah menuju kos-kosan aku yang tak jauh dari sekolah. sendirian dikostan. padahal hari ini adalah hari ulang tahunku..tapi kok sepi banget ya... dikostan pun hanya sendirian, dengerin lagu dari flanella yang melow abis menambah sepinya hari ulang tahunku yang ke 17. teman satu kost kupun entah pergi kemana. huffff BT nya hari ini..... dari pada bengong nyuci baju trus bobo pe sore. tak ada yang perlu diceritakan semua kejadian di malah hari. karena aku langsung tidur setelah menyelesaikan tugas-tugas hari ini.
keesokan harinya sabtu, 26 juni 2004 dengan muka murung, aku paksain untuk masuk sekolah, toh mau ijin dengan alasan muka lagi murung pasti gag bakal dapet tuh izin :). yama seperti sehari sebelumnya.... tak ada yang istimewa di umurku yang ke17 ini. bel yang menandakan jam belajar telah selesaipun berbunyi. aku putuskan kembali ke kostan. baru nyampe depan gerbang depan, ada yang melempar kepalaku pake telur.....ughtttt....krang ajar...siapa neh???? brengsek.... mantan dan teman-teman deketkuku nongol..... berlari membawa tepung dan air kemudian menyerangku habis-habisan. aku hanya bisa pasrah.... didalam hati tak ada sedikitpun aku merasa senang. aku kesel...kesel banget.......karena hari saptu aku harus pulang kerumah. masah dengan badan penuh kunin telur uehhkkkk. setelah mereka selesai menghabiskan amunisi yang mereka sediakan untuk menyerangku... aku pun berkata..."PUASSSSS" aku pun langsung pergi meninggalkan mereka tanpa memberikan sedik waktu untuk mereka mangucapkan selamat ulang tahun. mantanku mengejarku.... dia meminta maaf, dia yang berkata ini adalah ideku, tolang jangan bawa-bawa yang lainnya...marah saja padaku. begitu katanya.... aku tak bermaksud membuatmu kesal..aku kira kamu bakal senang, kemaren kami sengaja mengucilkan, biar kamu merasa gag ada yang merhatiin...pi dibalik itu semua kami selalu merhatiin kamu...jadi tolong lah kamu hargai sedikit jerih paya kami....masa kamu pergi gitu ajah... aku tidak suka cara kalian...udah minggir.... begitu timpaku, dan langsung kutinggalkan dia.
eskulpun aku tak hadir.....karena harus nyuci baju pramukaku yang kena telur dan tepung....huhhh...bau amisnya gag ilang-ilang.....aku kepikiran akan ucapan mantanku, yang sejujurnya waktu itu masih aku sayang.... didalam hati aku berharap dia kesini meminta maaf dan memberikan bungkasan yang belum iya berikan, karena tadi terlanjur kesel.... di tunggu sampai sore sampai eskulpun berakhir dia gag juga nongol dikostan. biarlah...mungkin emang dia sudah tidak sayang sama aku.....
pas hari minggu, banyak juga sms yang masuk ke inbox ku mengucapkan selamat ulang tahun...tapi tak ada satupun yang aku bls...bukannya gag punya pulsa, pi dah terlanjur kesel ma mreka semua.
hari senin 28 Juni, seperti biasa aku kembali kesekolah..... tampang keselkuku masih sedikit tersisa....tapi tak ada tuh yang peduli.... cuek ajah...
baru, setelah pulang sekolah, temanku baikku wulan namanya memberikan 1 buah bungkusan kecil, dan mengucapkan maff kemarin sudah terlalu kejam sama kamu, kami kira bakal surprise...ternyata sebaliknya. ini da titipan dari temen-temen2 yang sayang sama kamu. dibukanya nanti ya...met ulang tahun oni...(begitu katanya) kemudian dia langsung pergi.
bungkusan kecil itupun aku buka setelah sampai dikosan. didalamnya ada kaset senada dan satu buku kecil tuntunan sholat. ternyata wulan tau, klo aku masih belum bisa menunaikan sholat sehari 5 waktu. jujur, emang bener...sholatku masib senen kemis, kadang magribnya saja, atau isanya, luhurnya saja.... bisa dikatakan masih blentang blentong. plus ada sebuah surat yang disipkan dilam bungkusan itu.

begitu slesai membaca tulisan itu, sedikit senyum terukir di pojok bibirku. didalam hati..trimakasih wul, kamu emang teman baik ku.

dedikated to my best friend

Minggu, 21 Maret 2010

kesel...kesel....kesel...

kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...kesel...
kesel...kesel...kesel...kesel...banget.

Rabu, 17 Maret 2010

Sejarah JONI





Basic Information

Sex: Male
Birthday: June 25, 1986
Hometown: bocah Junti, Indramayu, Indonesia
Relationship Status: Single
Interested In: Women
Looking For: Friendship
Religious Views: ISLAM

Personal Information

Activities: Tiap hari maen ma ko2m (komputer.red), kerja dan kerja

Interests: Women, Muslim, smart n creative

Favorite Music: Pop, Rock, Jass, Blues, Pi tetep yang paleng enak Dangdut

Favorite TV Shows: Ga suka Nonton TV SHOW... Gag Punya TV se!!!!

Favorite Movies: Semua Film yang berbau Actions, Comedy, Romantic Poknya yang seru.....

Favorite Books: All about technologi n computer

Sejarah singkat About Me:
Jaoni nama asliku, seorang yg jangkung (175.red) ini biasa dipanggil ijonk. Beliau dilahirkan digubuk tua nan reot pada 25 juni 86 dibntu ma dukun branak. Kebagian zodiac Cancer yg merupakan kependkan dari CANda dan CERia. Sdikit aja lah, yg pngn tau lbh bnyak khdupan saya, mangga add

Contact Information

Email:
my_kamer@yahoo.com
Mobile Number:
6281802371xxx
Yahoo:
My_kamer
Website:
http://www.jo256.multiply.com
http://www.nechacyber.blogspot.com

Education and Work


College: UNSWAGATI '09

High School: SMA N1 Indramayu '05

Employer: My Kamer Advers

Position: Design

Location: Indramayu, Indonesia


Employer: SMP Negeri 1 Juntinyuat

Position: Guru TIK

Time Period: August 2009 - Present

Location: Indramayu, Indonesia

Description: menyenangkan jadi seorang guru, tidak ada lagi kata kesepian :) thank my child...

www.Nechacyber.blogspot.com

Blog ini masih dalam tahap pembangunan